DASAR – DASAR MERAJUT

Untuk merajut diperlukan ketelatenan dan kemauan yang keras. Selain itu harus pada posisi yang santai. Karena utnuk pemula, memang agak rumit dan harus benar-benar memperhatikan. Kalau ada teman, saudara, yang sudah mahir minta tolong untuk diajari bagaimana cara memegang dan membuat rantai. Karena membuat rantai adalah Dasar Pokok Merajut.
Berikut dasar-dasar merajut :
1. Cara Memegang Hook
Ada 2 cara dalam memegang hook seperti gambar dibawah ini :

cara 1. Seperti memegang pensil
cara 2. Seperti memegang pisau

2. Membuat Pola
Pola rajut ditulis dengan istilah dan simbol utnuk mempermudah pemahaman tentang langkah-langkah membuat kreasi rajutan. Istilah yang digunkan dalam merajut menggunakan versi Amerika, sedangkan pola tulisan dan simbol menggunakan versi Jepang. Berikut ini pola istilan dan simbol dalam hakken.

Istilah lain :
B : Baris
St : Tusukan atau lubang tusukan (stitch)
Sk : Lompat (skip). Misalnya sk 1, artinya lompati 1 tusukan
Lp : Lubang (loop)
Inc : Penambahan tusukan dalam 1 st menjadi 2st (increase)
Dec : Pengurangan tusukan atau 2 st menjadi 1 st (decrease)

Macam – macam Tusukan Dasar
1. Simpul Awal

Cara membuat :
a.  Lingkarkan beng di jarum, lalu letakkan sisa benag di tengah lingkaran.
b.  Masukkan jarum di bawah benang yang berada di tengah lingkaran.
c.  Tarik benang yang panjang (bukan ujung benang)

2. Tusuk Rantai

Cara membuat :
a.  Buat simpul awal, lalu kaitkan benang pada jarum
b.  Tarik benang yang terkait sampai keluar dari lubang jarum
c.  Lakukan tahap a-b sesuai dengan jumlah rantai yang dibutuhkan.

3. Tusuk Tunggal (sc)

Cara membuat :
a.  Buat tusuk rantai sebagai dasar
b.  Masukka jarum pada lubang kedua terhitung mundir dari jarum
c.  Kaitkan jarum pada benang
d.  Tarik benang sampai melewati lubang pada langkah b
e.  Kaitkan jarum pada benang
f.  Tarik benang sampai melewati 2 lubang pada jarum
g.  Lakukan langkah b-f sesuai dengan petunjuk pola (lihat g1 dan g2)

4. Setengah tusuk ganda (hdc)

Cara membuat :
a.  Kaitkan benang pada jarum, mulai tusukan pada ch 3
b.  Tarik jarum sehingga terdapat 3 lp.
c.  Kaitkan benang pada jarum, lalu tarik langsung melalui 3 lp.
d.  Mulai tusukan baru lagi

5. Tusukan ganda (dc)

Cara  membuat :
a.  Buat tusuk rantai sebagai dasar
b.  Kaitkan benang pada jarum
c.  Masukkan jarum pada rantai ketiga terhitung mundur dari jarum
d.  Kaitkan benang pada jarum
e.  Tarik benang melewati lubang rantia (langkah c)
f.   Kaitkan benang pada jarum
g.  Tarik benang melewati 2 lubang
i.  Tarik benag melewati 2 lubang
j.  Lakukan langkah a-g sesuai petunjuk pola

6. Tusukan triple (tr)
Tusuk ini mirip dengan tusuk ganda. Pada tusuk ganda, benang dikaitkan 1 kali di jarum, sedangkan pada
tusuk triple, benang dikaitkan 2 kali.

Cara membuat :
a.  Buat tusuk rantai sebagai dasar
b.  Kaitkan benang 2 kali, tusukkan pada rantai keempat
c.  Kaitkan benang 1 kali, lalu keluarkan dari tusukan rantai
d.  Kaitkan benang, lalu keluarkan benang melali 2 lubang di jarum
e.  Ulangi langkah d
f.  Kaitkan benang, lalu keluarkan benag dari 2 lubang jarum. Jika akan pindah ke baris kedua, awali dengan membuat tusuk rantai 4 kali.

7. Tusuk sisip (sl st)
Biasanya, tusuk sisip dipakai untuk menyambung dan membuat tusukan baru di temapt lain

Cara membuat :
a.  Masukkan jarum pada tusukan berikutnya
b.  Kaitkan jarum pada beang
c.  Tarik benang melewati lubang dan rantai pada jarum

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s